Kamis, 31 Desember 2009

Refleksi Akhir Tahun





Melepas tahun 2009, melewati malam pergantian tahun, membuatku berpikir akan banyaknya hal yang sudah terlewati di tahun 2009.



Januari :
Saat aku datang kembali ke Jakarta untuk menetap bersama suami. Mencoba hidup mandiri, di sebuah kontrakan mungil yang manis, yang hanya pas untuk berdua. Kemudian mendapatkan bantuan informasi tempat kerja di sebuah RS sampai akhirnya aku diterima dan menjalaninya sampai saat ini sebagai dokter UGD. Aksi Palestina.
Februari :
Berkenalan dengan teman dan tetangga baru. Mengikuti senam bareng teman, berinteraksi dengan pegawai dan pasien RS. Jadwal jaga 1x/minggu. Diajak liqo.
Maret :
Aku terlambat haid, ku pikir hanya berubah tanggal haidnya saja, karena bisa mundur 1 minggu. Ternyata alat tes kehamilan menunjukan 2 garis merah yang artinya aku hamil. Wow... sangat mengejutkan. Alhamdulillah, kami berdua bahagia dan sangat bersyukur pada Allah SWT. Aku berhenti senam setelah tahu hamil.
April :
Mulai berasa mual, tapi masih bisa terkendali. Mual tak tentu waktu, jarang sampai muntah. Aku masih bisa bekerja dan jadwal jaga di RS mulai bertambah jadi 2x/minggu. Mulai LU dan persiapan pemilu.
Mei :
Mulai periksa ke dokter kandungan, Alhamdulillah kandungannya sehat. Aktifitas masih berlanjut. Kangen pulang Manado. Suami berencana beli rumah di Cimanggis, Depok.
Juni :
Sibuk pilpres, ikut kampanye di Senayan. Masih ada mual2. Udah minum susu hamil. Badan mulai melar dan gatal-gatal.
Juli :
My birthday, special cake from my husband. Rencana rihlah gak jadi. Dapat tawaran jaga 24 jam di Bekasi. Sedang hamil 5 bulan. Bad news, Eyang ketabrak motor dan harus operasi dan mas Dwi (suami Nana) meninggal karena sakitnya.
Agustus :
Jadwal jaga padat, 4x/minggu. Udah jarang di rumah. Mulai puasa Ramadhan, bertekad puasa penuh tahun ini. Pindah kontrakan, lebih luas dan lega.
September:
Rencana berlebaran di Yogyakarta, pp naik pesawat. Tujuh bulanan di sana bareng keluarga mami. Eca ultah, jalan-jalan ke Taman Pintar dan makan gudeg Wijilan. Beli oleh2 di Mirota.
Oktober :
Berhenti dari Bekasi, udah 8 bulan, semakin berat jika dibawa jarak jauh dengan KRL dan angkot. Gempa di SumBar, jaga 4 hari berturut-turut. Mengurus rekomendasi dan SIP. keluarga karet pindah rumah. Kebagian lemari dan lemari es.
November :
Mulai cuti, jadwal jaga di gantikan k puspa. Mami datang dari Yogya, gantian dengan mama karet. Persiapan melahirkan. Karena tidak mules sampai waktunya, maka diinduksi. Lahir seorang bayi perempuan dengan bbl 2850 g dan pbl 50 cm, yang diberi nama "Hilma Athaya Izzatinnisa".
Desember :
Menjalani hari-hari sebagai "ibu baru", belajar menyusui dan bergadang. Mertua datang dari Lampung. Acara aqiqahan pas 14 hari setelah melahirkan. Banyak ucapan dan bingkisan dari kerabat, teman dan tetangga. Mulai imunisasi. Mami pergi ke Bandung, menemani Eca yang mau pindah sekolah. Jadi, Ibu mertua yang gantian menemani di rumah. Liqo binaan di rumah.

Masih banyak yang harus ditulis, namun apa daya ingatan yang menua. Begitu banyak nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah SWT kepadaku dan keluarga. Tak bisa manusia lemah ini membalasnya. Hanya rasa syukur yang di panjatkan, dan doa agar diberi kekuatan dan kesabaran dalam menapakkan kaki di tahun yang baru.

"HAPPY NEW YEAR 2010, WISH YOU ALL THE BEST"

Senin, 02 November 2009

Athaya


Anakku sayang...

Pada saat Bunda menuliskan blog ini, usia kandungan Bunda sudah memasuki 9 bulan. Bunda sudah mencarikan nama untuk calon bayi yang akan lahir nanti, yaitu engkau anakku. Nama yang indah, Athaya, yang artinya pemberian atau hadiah yang diberikan Allah kepada Bunda. Nama panjangnya akan disesuaikan dengan jenis kelaminmu nanti, walaupun menurut dokter dan alat USG yang digunakan untuk memeriksa kandungan menyatakan bahwa kau adalah seorang perempuan. Tapi segala kemungkinan itu masih ada, sehingga Ayahmu memilihkan dua macam nama untukmu.

Perut Bunda semakin membesar, engkaupun makin bertumbuh dan berkembang seiring dengan meningkatnya berat badanmu. Engkau sangat aktif dan suka menendang-nendang dalam perut Bunda. Terkadang kau membuat perut Bunda menjadi sangat keras dan padat. Tapi semua itu tidak mengurangi rasa cinta dan sayang Bunda padamu. Karena bunda tahu, engkau akan membawa kebahagiaan dalam keluarga.

Athaya...

Bunda sangat menantikan kehadiranmu di dunia ini. Jadilah anak sholeh/sholehah yang bertaqwa pada Allah SWT, bermanfaat bagi semua orang dan menjadi kebanggaan Ayah dan Bunda.

Selasa, 23 Juni 2009

Menanti Sang Buah Hati


Anak adalah karunia yang diberikan Allah SWT kepada setiap pasang hambanya yang telah berumahtangga, sekaligus sebagai amanah yang dititipkan untuk dilahirkan, dirawat, dibesarkan dan dijaga agar kelak menjadi penerus ummat dan khalifah di muka bumi ini.

Dalam penantian kita, sebagai orang tua, tentunya tak cukup dengan berpasrah diri. Harus ada usaha yang dilakukan, kemudian berdoa dan tawakkal kepada-Nya. Kita pun harus mempersiapkan diri kita jauh-jauh hari untuk bisa menjadi orang tua yang baik dan dapat menjadi teladan bagi mereka kelak.

Untuk calon Ibu, harus ada persiapan fisik, mental, emosional dan ilmu pengetahuan untuk mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkan anak. Ibu juga harus merelakan perubahan-perubahan fisik yang drastis saat ia mengandung, seperti berat badan yang makin bertambah, kulit yang semakin melar dan longgar, membesarnya anggota badan tetentu, nyeri perut bagian bawah, sering berkemih, dan sebagainya. Itu belum seberapa di banding detik-detik akan melahirkan dengan beban dan rasa nyeri yang luar biasa tak tertahankan. Namun, semua itu akan terbayar ketika kita bisa menyaksikan dan mendengar tangisan yang memecah kesunyian dari buah hati kita :)

Sang calon Ayah pun tak luput dari tanggung jawab dan persiapan-persiapan yang di lakukan dalam menyambut si buah hati, mulai dari menabung untuk persiapan melahirkan, mencari tempat tinggal yang layak, mencukupi kebutuhan sang calon Ibu dan buah hati, mengantar Ibu untuk kontrol rutin ke dokter, mencarikan nama yang baik untuk sang buah hati dan sebagainya.

Jika semuanya dilakukan dengan senang hati dan penuh rasa syukur, Insya Allah akan berjalan dengan lancar dan baik. Hanya perlu kesabaran ekstra dalam menjalaninya.

Akhirnya...

Selamat menanti sang buah hati (termasuk penulis). Semoga semuanya dimudahkan oleh Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin.

Minggu, 17 Mei 2009

Selamat Ulang Tahun Mama


Selamat Ulang Tahun Mama...

Walau kita sudah lama tak bersua

Namun tak pernah aku melupakanmu begitu saja

Segala jasa dan pengorbanan yang kau berikan dengan sukarela

Akan selalu kuingat sepanjang masa


Di usiamu yang memasuki senja

Kau tetap mengabdikan diri untuk keluarga

Kau curahkan perhatian bagi anak-anak dan cucumu

Tanpa menghiraukan lelah dan letihnya tubuhmu


Belum dapat ku membalas ketulusanmu, Mama

Namun aku senantiasa memohon pada Allah SWT

agar senantiasa melindungi dan merahmatimu,

memberikan kesehatan dan usia yang barokah,


Ingin ku memeluk dan menciummu, Mama

Menumpahkan rasa rinduku yang terpendam di dada

Mengatakan "aku cinta padamu karena Allah"

Mengucapkan rasa syukur dan terima kasihku


Selamat Ulang Tahun Mama

Semoga kita masih bisa bersua

di tahun ini

Rabu, 18 Maret 2009

Rumah Tangga


Ketika manusia memasuki usia 20 tahun, keinginan untuk meneruskan pendidikan yang tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang layak menjadi impian. Saat mencapai usia 25-30 tahunan, ada kerinduan untuk memiliki pasangan hidup yang dengannya kita akan merenda hari-hari bahagia, mewujudkan keluarga sakinah mawaddah dan rahmah.
Setelah melangkah ke tahap pernikahan dengan seseorang yang kita pilih danatau memilih kita, kita masih merasakan manisnya berumahtangga. Lambat laun, seiring kita menjalaninya mulai ada riak-riak kecil ujian kesabaran dan ombak-ombak cobaan kehidupan yang datang silih berganti.
Kehidupan berumahtangga yang kita baca teorinya di buku-buku pranikah terkadang tak seindah yang kita alami sendiri. Ada saja benturan-benturan ringan dari perbedaan sifat, tingkahlaku dan karakter antara kita dan pasangan kita. Yang jika tidak ditanggapi dengan kepala dingin, dapat menimbulkan kekesalan demi kekesalan yang menggores di hati.
Namun, berumah tangga tidak melulu diisi dengan perbedaan, ada kesamaan kita dalam hal visi keluarga, kesamaan dalam hal hobi dan kesukaan, kesamaan dalam kebutuhan berkasih sayang, dan sebagainya yang jika kita renungkan pasti lebih banyak kesamaan dari pada perbedaan kita dan pasangan kita.
Saat ini yang kita butuhkan adalah keikhlasan, rasa syukur dan kesabaran dalam mengarungi samudera dunia berumahtangga.
Bisakah kita melakukannya?
Jawabannya pasti bisa, dengan kemauan, tekad dan usaha maksimal disertai dengan tawakkal kepada Sang Pemilik hati-hati manusia, insya Allah.

Kamis, 19 Februari 2009

Kebahagiaan


Kebahagiaan adalah :


  • ketika kita bisa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita

  • merasa puas dengan apa yang kita miliki dan tidak iri kepada orang lain

  • ketika dapat melakukan perbuatan baik (menolong orang, sopan santun, bersikap ramah, murah hati, etc)

  • dapat meraih apa yang kita impikan

  • ketika menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain

  • mencintai dan dicintai

  • hal yang dapat dirasakan setiap hari (lebih ke arah perasaan seseorang)

  • sesuatu yang harus terus menerus di upayakan

Selamat menikmati "kebahagiaan" yang kita miliki :)

Minggu, 08 Februari 2009

HUJAN DAN MANUSIA



Beberapa bulan terakhir merupakan musim penghujan, dengan frekuensi cukup sering dan penyebaran merata di seluruh Indonesia bahkan mulai berlebihan dibeberapa daerah sehingga menimbulkan banjir. Hujan merupakan berkah yang tercurah dari langit, dimana air yang turun membasahi tanah, menyuburkan tanaman, menghidupkan listrik tenaga air, mengairi irigasi dan sebagainya. Tentunya kita sangat bersyukur kepada Allah SWT atas rahmatNya tersebut.
Kebiasaan kita, manusia, yang terkadang lupa tuk bersyukur bahkan cenderung merusak alam menyebabkan air hujan yang seharusnya terserap menjadi air tanah, kini menerobos begitu saja sehingga terjadilah longsor dan banjir. Pepohonan yang ditebangi tanpa ada penghijauan kembali, sampah dan limbah rumahtangga maupun pabrik yang dibuang disungai ataupun saluran air, mendirikan rumah-rumah dibantaran kali adalah sebagian contoh kebiasaan manusia yang tak memperdulikan alam sekitar. Setelah terjadi musibah banjir ataupun longsor, barulah manusia terusik, tetapi itupun tidak merubah kebiasaan lama yang telah mendarah daging. Manusia, terkadang menjadi begitu egois demi kepentingannya. Kita lupa bahwa kita diciptakan Allah SWT selain menjadi hamba yang beribadah kepada-Nya, adalah untuk menjadi "Khalifah fil Ardli" yaitu pemimpin di muka bumi yang nantinya kelak akan diminta pertangungjawaban oleh Allah SWT. Maka, apa yang akan kita katakan apabila kita ditanya tentang apa yang telah kita lakukan di dunia ini?
Marilah kita benahi diri kita, benahi lingkungan kita dan benahi tujuan hidup kita. Semoga kita masih sempat melakukannya.

Senin, 19 Januari 2009

PUISI

UNTUK PALESTINA


Saat duniamu dirundung duka
Ketika kedamaian dirampas paksa
Kau bangkit untuk melawan
Mempertahankan tanah airmu


Dengan semangat intifadah
Yang tertancap kuat dalam sanubarimu
Oh rakyat Palestina…
Dari anak-anak hingga dewasa
Tak segan untuk berkorban nyawa


Dibelahan bumi lain tempat kami berada
Menyaksikan perjuanganmu jiwa dan raga
Dengan takbir yang senantiasa berkumandang
Hanya bersenjatakan batu dan tanah
Melawan senapan dan tank baja yang garang


Ya Allah…
Ampuni kami karena tak bisa menolong mereka
Hanya doa yang mampu kami panjatkan
Agar engkau memberikan kekuatan dan kesabaran
Dalam menempuh perjuangan panjang
Membebaskan tanah pilihan
Bumi Palestina

Jumat, 09 Januari 2009

Doa Untuk Palestina



Di tengah kesunyian malam ataupun keramaian siang
Ketika saudara kita dibelahan bumi ini
Tiba-tiba dihujani dengan tembakan dan bom
Tanpa mengerti apa salah mereka ?
Mengapa mereka dengan kejamnya oleh pihak negara tetangga direnggut nyawanya ?
Hanya karena hawa nafsu kekuasaan yang tak berperikemanusiaan
Apakah kita hanya berdiam diri menyaksikan kepedihan ini?
Tidakkah terbersit dihati kita untuk menolong mereka?
Apabila kita tak mampu menolong dengan raga
Doakanlah mereka agar diberi kekuatan dan kesabaran


"Ya Allah...


Yang Maha Melihat dan Maha mendengar


Ampunilah kami dan saudara-saudara kami di seluruh belahan dunia


Damaikanlah bumi ini dengan kasih sayang-Mu


Berikanlah kekuatan pada saudara kami yang terdzalimi


Kekuatan untuk bangkit dan melawan musuh


Berikanlah kesabaran bagi mereka dalam melalui hari-harinya


Menangkanlah mereka dari segala kejahatan


Syahidkanlah mereka dalam husnul khotimah


Muliakanlah mereka sebagai pembela agamamu dibumi para rasul


Berikanlah surga-Mu sebagai balasan atas amal shalih mereka


Kabulkanlah Ya Allah...


Amin Ya Rabbal 'Alamin"