Selasa, 23 Juni 2009

Menanti Sang Buah Hati


Anak adalah karunia yang diberikan Allah SWT kepada setiap pasang hambanya yang telah berumahtangga, sekaligus sebagai amanah yang dititipkan untuk dilahirkan, dirawat, dibesarkan dan dijaga agar kelak menjadi penerus ummat dan khalifah di muka bumi ini.

Dalam penantian kita, sebagai orang tua, tentunya tak cukup dengan berpasrah diri. Harus ada usaha yang dilakukan, kemudian berdoa dan tawakkal kepada-Nya. Kita pun harus mempersiapkan diri kita jauh-jauh hari untuk bisa menjadi orang tua yang baik dan dapat menjadi teladan bagi mereka kelak.

Untuk calon Ibu, harus ada persiapan fisik, mental, emosional dan ilmu pengetahuan untuk mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkan anak. Ibu juga harus merelakan perubahan-perubahan fisik yang drastis saat ia mengandung, seperti berat badan yang makin bertambah, kulit yang semakin melar dan longgar, membesarnya anggota badan tetentu, nyeri perut bagian bawah, sering berkemih, dan sebagainya. Itu belum seberapa di banding detik-detik akan melahirkan dengan beban dan rasa nyeri yang luar biasa tak tertahankan. Namun, semua itu akan terbayar ketika kita bisa menyaksikan dan mendengar tangisan yang memecah kesunyian dari buah hati kita :)

Sang calon Ayah pun tak luput dari tanggung jawab dan persiapan-persiapan yang di lakukan dalam menyambut si buah hati, mulai dari menabung untuk persiapan melahirkan, mencari tempat tinggal yang layak, mencukupi kebutuhan sang calon Ibu dan buah hati, mengantar Ibu untuk kontrol rutin ke dokter, mencarikan nama yang baik untuk sang buah hati dan sebagainya.

Jika semuanya dilakukan dengan senang hati dan penuh rasa syukur, Insya Allah akan berjalan dengan lancar dan baik. Hanya perlu kesabaran ekstra dalam menjalaninya.

Akhirnya...

Selamat menanti sang buah hati (termasuk penulis). Semoga semuanya dimudahkan oleh Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin.